Minggu, 22 Mei 2011

Mengapa Karakter Penting

Selama ini, kita cenderung melihat dan menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya. Misalnya dari cara berpakaian, berjalan, berbicara, melihat, duduk, makan, bekerja, berjabat tangan, mengatur rambut dan semua hal yang tampak dari luar. Tak heran jika ada kecenderungan orang “berjuang” mati-matian demi mendapatkan penampilan luar yang menawan. Karena penampilan lahiriah sangat mudah diatur, bahkan bisa dikamuflase.

Penampilan luar seseorang sering kita sebut ‘etiket’. Seseorang yang pandai membawa diri dalam setiap situasi, sering kali kita sebut orang yang beretika. Tapi orang yang beretika belum tentu memiliki kualitas kehidupan yang baik pula. Karena yang dilihat orang lain pada umumnya pada waktu seseorang dalam keadaan normal. Jikalau dia mengalami tekanan, tantangan & masalah, barulah muncul kualitas karakter yang sesungguhnya. Setiap orang berpotensi untuk memanipulasi orang lain dengan penampilan yang keren, rapi dan berwibawa. Tapi, ada satu alat uji yang sangat ampuh jika kita ingin mengetahui kualitas kehidupan seseorang, yaitu waktu!

Pada umumnya, kita berinteraksi dengan orang lain hanya secara temporal. Misalnya, pada waktu jam kerja atau bahkan beberapa jam saja. Oleh karena itu, orang yang paling tahu siapa kita dan bagaimana kualitas karakter kita sesungguhnya adalah orang-orang yang bergaul dan bersama kita dalam waktu yang panjang dan berkala.

Dengan begitu, tampaklah ekspresi–ekspresi yang tersembunyi pada waktu tertentu. Karena sesungguhnya, seseorang tidak mungkin terus-menerus sanggup menyembunyikan manusia dalamnya. Dari cara dia berbicara, bersikap, dan merespons sesuatu, sebenarnya kita bisa mengenali temperamen ataupun karakter seseorang.

Ya, kualitas hidup tidak selalu identik dengan kekayaan, kesuksesan, kepandaian ataupun jabatan seseorang. Ada hal yang lebih mendasar dari semua itu, yaitu karakter. Seorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki hidup yang berkualitas. Ia bisa saja tidak memiliki apa pun untuk dibanggakan, tetapi jika dia menempatkan karakter sebagai yang utama, kehidupannya akan bersinar, lebih daripada pribadi yang lain.

Mengapa karakter itu penting? Karena dengan karakter kita akan menemukan :
1.        Sebuah kualitas kehidupan.
2.        Nilai-nilai untuk hidup benar.
3.        Benih-benih kesuksesan
4.        Sikap mental yang terlatih pada ujian datang
5.        Kekuatan dari dalam untuk bertahan dan menang.
6.        Arti dan makna sebuah proses kegagalan dan kesuksesan.
7.        Kebenaran yang hakiki dari nurani.
8.        Filosofi, prinsip kebesaran jiwa
9.        Pertumbuhan sikap mental menjadi kuat.
10.    Prinsip keserupaan kita dengan Tuhan.

Kekuatan karakter seseorang akan tampak saat ia mengalami tekanan, tantangan, masalah, ujian, dan pencobaan. Karena letaknya “di dalam”, karakter sering kali tidak terlihat. Karakter berbeda dengan kepribadian. Kepribadian adalah cara hidup atau etika hidup seseorang yang bisa dilihat dan dirasakan orang lain di sekelilingnya kita. Kepribadian sering kali tidak menunjukkan manusia dalam atau karakter seseorang. Kualitas sebuah kepribadian memang bisa membuat seseorang itu sukses, tetapi hanya kualitas sebuah karakter yang akan membuat seseorang bertahan di puncak kesuksesannya

Pemimpin Ideal

Seorang pemimipin (leader) sangat diperlukan dalam suatu organisasi atau kelompok. Bahkan kelompok terkecil sekalipun (keluarga, misalnya) tetap membutuhkan adanya figur seorang pemimpin (yaitu, ayah/bapak sebagai kepala/pemimpin rumah tangga). Pemimpin, dalam menjalankan peranannya, tidak hanya sekedar berusaha memimpin dengan baik saja. Selain baik, pemimpin haruslah ideal. Ideal dalam artian tidak hanya kinerjanya saja yang baik tetapi juga dapat menimbulkan loyalitas dari bawahannya.

Mengapa terdapat bawahan dapat menjadi begitu loyal terhadap pemimpinnya? Atau barangkali mengapa terdapat bawahan yang kurang atau bahkan sama sekali tidak loyal terhadap pemimpinnya? Loyalitas bawahan terhadap pemimpin disebabkan oleh karena orang yang menjadi pemimpinnya mempunyai suatu kekuatan (power). Kekuatan tersebut bersumber dari beberapa unsur yang dapat menentukan loyal tidaknya bawahan kepada pimpinannya.

Sumber Kekuatan dan Unsur-unsurnya:
A. Jabatan
1. Legitimate
2. Reward and Coercive

B. Diri Pribadi
1. Expertise
2. Reference
3. Networking
4. Charisma

Sumber kekuatan pertama adalah jabatan. Kebanyakan bawahan mau bersikap loyal kepada
pimpinannya dikarenakan oleh kekuatan tersebut. Mereka mau tidak mau harus loyal terhadap pemimpinnya karena memang berada di bawah kepemimpinan seseorang. Kekuatan ini mempunyai dua unsur, yaitu legitimate power (kekuatan legitimasi) dan reward and coercive power (kekuatan untuk menghargai dan memaksa).

Legitimate power merupakan unsur kekuatan yang dapat diistilahkan sebagai “surat pernyataan” yang menyatakan secara resmi bahwa seseorang adalah pemimpin bagi suatu kelompok/bawahan tertentu. Dengan unsur inilah, pemimpin dapat “menundukkan” bawahannya karena memang ia telah ditunjuk secara resmi untuk menjadi pimpinan. Dengan begitu, bawahan mau tidak mau (dan harus mau) untuk loyal pada pemimpinnya karena memang itu harus dilakukan.

Contohnya dapat dilihat pada kepemimpinan seorang kepala sekolah. Kepala sekolah ( di sekolah manapun) bertugas berdasarkan SK (Surat Keputusan). Dengan SK tersebut, para guru dan staf lainnya menduduki jabatan sebagai bawahan dari kepala sekolah. Oleh karena si kepala sekolah mempunyai SK yang semakin mengukuhkan jabatannya tersebut, maka mau tidak mau bawahan (guru dan staf lainnya) harus menaati apa yang diperintahka n oleh kepala sekolah.

Reward and coercive power merupakan unsur kekuatan yang cenderung mengarah pada pemberian suatu balas jasa secara timbal balik antara pimpinan dan bawahan. Dalam bahasa praktisnya dapat dikatakan bahwa jika pemimpin berkata “A”, maka bawahan harus melakukan “A”. Jika mau melakukan, akan mendapat balas jasa berupa penghargaan, insentif, atau semacamnya.

Jika tidak, juga akan mendapatkan balasan yang bersifat hukuman atau paksaan. Bawahan tentu saja akan menghindari yang dinamakan hukuman dan meraih apa yang dinamakan penghargaan. Dengan begitu, bawahan akan dengan loyalnya mengikuti apa yang diperintahkan pimpinannya dalam rangka untuk mendapatkan penghargaan dan menghindari hukuman. Apabila bawahan nekat untuk tidak mau melaksanakan, nantinya akan tetap dipaksa untuk tetap melakukan perintah pimpinannya. Dalam praktik, unsur ini tidak terlepas dari unsur sebelumnya (legitimate power).

Karena tanpa adanya legitimate power, pemimpin tidak mempunyai kekuatan penuh untuk menjalankan kebijakan-kibijakannya terkait dengan reward and coercive power. Dengan adanya legitimate power, maka pemimpin akan dapat melakukan reward and coercive power untuk dapat membuat bawahannya menjadi loyal.

Contohnya seperti pada dunia kerja. Seorang pimpinan (katakanlah seorang bos) memerintahkan bawahan-bawahannya untuk menyelesaikan suatu proyek dalam tenggat
waktu tertentu. Jika selesai tepat waktu atau kurang dari waktu yang ditentukan akan mendapat insentif berupa 2 kali gaji. Namun jika tidak, bos akan marah dan insentif tidak didapat. Jika Anda sebagai bawahan, apa yang akan dilakukan? Mendapat insentif atau menerima omelan dari bos? Lebih baik besikap loyal daripada harus mendapat hukuman, bukan?

Selanjutnya, loyalitas bawahan juga tergantung dari unsur-unsur yang ada pada diri pribadi pemimpin itu sendiri. Jika ada sesuatu dari diri pemimpin yang dapat dikatakan menarik atau cocok dengan yang diinginkan bawahannya, maka tentu saja bawahan akan menjadi sangat loyal kepada pemimpinnya. Unsur-unsur tersebut adalah expertise (keahlian), reference (referensi, dalam hal ini lebih dikaitkan pada kepribadian), network (jaringan, atau hubungan relasional dengan pihak lain),
dan charisma (kharisma).

Expertise merupakan keahlian yang dimiliki oleh pemimpin. Jika pemimpin memiliki keahlian yang memadai dalam menjalankan peran kepemimpinannya, maka ia akan dipercaya oleh bawahan-bawahannya. Keahlian yang diperlukan tidak hanya berupa keahlian memimpin saja, tetapi juga keahlian spesifik yang memang harus dikuasai sesuai dengan bidangnya.

Contohnya seperti pada kepala bagian kebersihan di suatu organisasi perusahaan. Kepala bagian kebersihan, selain mempunyai kemampuan untuk memimpin bawahan-bawahannya(orang-orang yang bekerja sebagai cleaning service), harus mempunyai keahlian yang dibutuhkan oleh seorang cleaning service. Untuk apa kemampuan tersebut dibutuhkan?

Agar pemimpin dipercaya oleh bawahannya. Coba Anda bayangkan, jika seorang kepala bagian kebersihan tidak mengetahui bagaimana caranya untuk membersihkan kamar mandi dan disuruh untuk menilai kinerja bawahannya. Tentu saja pemimpin tersebut hanya dapat menilai tanpa ada dasarnya (karena ia tidak mempunyai kemampuan yang detil mengenai cara membersihkan kamar mandi). Bawahannya akan berkurang loyalitasnya karena merasa bahwa mereka dipimpin dan diperintah oleh orang bodoh. Untuk itu, keahlian spesifik tersebut sangatlah diperlukan selain keahlian memimpin.

Reference merupakan referensi. Dalam hal ini, referensi yang dimaksud adalah referensi dari diri pribadi pemimpin terkait dengan kepribadiannya. Tidak hanya terbatas pada kepribadiannya di saat memimpin saja tetapi juga seluruh kepribadian yang ada pada dirinya. Kepribadian dalam memimpin jelas merupakan prioritas utama. Karena bawahan akan menentukan loyal tidaknya pada seorang pemimpin berdasarkan kepribadian yang tampak pada saat pemimpinnya memimpin. Jika seorang pemimpin memiliki kepribadian dalam memimpin, antara lain selalu bersikap baik dan selalu berkomunikasi dengan bawahannya secara baik, tentu saja bawahan akan loyal terhadapnya.

Sebagai contoh, bos dan karyawan. Jika seorang bos selalu besikap baik, murah senyum, dan tidak terlalu banyak menuntut macam-macam dari bawahannya, maka bos tersebut akan disukai oleh bawahannya. Bawahan merasa bahwa mereka dipimpin oleh seseorang yang memiliki kepribadian yang baik sehingga akan percaya pada kepemimpinan bos tersebut.

Network merupakan jaringan pertemanan atau hubungan relasional pemimpin dengan pihak lain. Pihak lain di sini bisa berarti orang-orang yang menjadi temannya atau pemimpin-pemimpin yang lain. Dengan jaringan pertemanan yang luas, bawahan merasa bahwa pemimpinnya adalah seseorang yang dapat berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan orang lain. Bawahan akan loyal pada pemimpin yang mempunyai hubungan baik dengan pihak lain.

Contohnya, kepala sekolah yang memiliki banyak relasi di luar sekolah yang dipimpinnya. Bawahan (guru dan staf) merasa dipimpin oleh pemimpin yang senang berteman sehingga bawahan akan lebih merasa nyaman dengan kepemimpinan kepala sekolah tersebut. Coba Anda bayangkan jika dipimpin oleh seorang pemimpin yang tidak suka menjalin hubungan baik. Tentu saja Anda akan memilih untuk menjaga jarak dengan pemimpin tersebut dan menurunkan loyalitas Anda, bukan?

Charisma merupakan karisma seorang pemimpin yang ada pada dirinya. Karisma ini tidak semua orang memiliki. Ada yang mendapatkannya secara lahiriah, ada pula yang mendapatkannya dengan sengaja mebuat agar karisma tersebut ada pada dirinya. Karisma adalah unsur yang dapat dikatakan mempunyai pengaruh yang dominan terhadap ketulusan loyalitas bawahan. Dengan karisma yang dimiliki, pemimpin dapat dengan mudah memimpin bawahannya dan bawahan dengan tulus dan senang hati akan melakukan apa yang diperintahkan. Namun sayangnya, karisma ini tidak semua pemimpin dapat memilikinya. Hanya saja, karisma dapat dicari dan ditumbuhkan dalam diri seorang pemimpin. Selain itu, karisma biasanya bersifat subjektif. Terkadang hanya beberapa orang saja yang dapat melihat karisma dari seseorang. Jika di mata seorang bawahan bahwa pemimpinnya memiliki suatu karisma dalam memimpin, belum tentu bawahan lain akan menilai sama.Sebagai contoh, coba Anda lihat pemimpin pemimpin yang ada di sekitar Anda. Perhatikanlah bagaimana cara pemimpin tersebut memimpin. Jika ada salah satu atau beberapa pemimpin yang menarik atau sangat menarik bagi Anda, itu berarti pemimpin tersebut memiliki karisma di mata Anda. Namun perlu diingat bahwa karisma ini bersifatsubjektif. Jadi, belum tentu orang lain akan menilai sama dengan penilaian Anda.

Pemimpin ideal merupakan pemimpin yang tidak hanya memiliki kinerja yang amat baik. Tetapi juga mendapatkan loyalitas dari bawahannya. Tanpa loyalitas, pemimpin masih belum dapat dikatakan ideal. Karena pemimpin yang sebenarnya adalah pemimpin yang mampu memimpin bawahan-bawahannya secara baik dan juga ditaati. Jika pemimpin telah memiliki kemampuan tersebut, maka loyalitas bawahan akan mengikutinya.

Ayo Pensiun Dini

Setiap manusia pasti akan tua walaupun saat ini muda segar bugar sehat walafiat. Sangat salah jika ketika kita masih muda kita lupa bahwa hari esok akan sama dengan sekarang. Kita semua pasti akan mengalami masa lanjut usia alias lansia jika umur kita panjang. Sehat saat ini pun di masa mendatang kita bisa sakit parah yang butuh banyak pengorbanan. Dengan begitu kita harus memperhitungkan masa tua kita agar tidak menyesal atas perbuatan kita di masa muda.

#1. Persiapkan Aset Standar Mendasar
Selagi muda tidak ada salahnya kita persiapkan hal-hal dasar yang akan berguna sampai kakek nenek nanti. Rumah, sepeda motor, mobil, perabotan dan lain-lain merupakan contoh aset dasar. Utamakan rumah yang lokasi bagus untuk membesarkan anak dan merupakan investasi yang bagus di masa depan. Bayangkan jika kita pensiun tetapi rumah masih ngontrak, bagaimana itu rasanya? Jika ada uang lebih segera ambil kredit rumah landed, bukan rumah susun ataupun apartemen.

Beli rumah yang kecil kemungkinan digusur dengan sertifikat hak milik dengan ukuran dan desain yang baik. Jika punya uang lebih belilah kendaraan motor / mobil yang bisa awet dipakai sampai tua nanti dengan biaya perawatan yang kecil. Gonta-ganti rumah, mobil, perabot dan sebagainya akan membuang-buang uang, maka dari itu pilih yang tahan lama, awet dan mudah serta murah perawatannya.

Jangan ikuti nafsu syetan dengan selalu merasa ingin beli sesuatu yang terbaru, modis, trendy, canggih dan lain sebagainya. Beli sesuatu yang sederhana yang bisa dipakai dalam jangka waktu lama dan tetap menggunakannya selama masih berfungsi dengan baik. Contoh : sebenarnya kita bisa ganti hp setiap lima tahun sekali.

#2. Persiapan Sosial Kemasyarakatan
Persiapkanlah orang-orang di sekitar kita untuk memberikan perhatian kepada kita ketika kita memasuki usia lanjut. Didik anak-anak kita dengan baik agar mereka nantinya dapat hidup mandiri dan memiliki rezeki yang lebih untuk membantu membahagiakan orangtuanya di masa lansia. Bina hubungan kita dengan istri atau suami agar selalu setia mendampingi dan membantu kita di masa sulit dan di masa senang.

Manusia adalah makhluk sosial yang butuh komunikasi dan uluran tangan orang lain untuk dapat bertahan hidup secara wajar. Banyak-banyaklah membantu orang-orang di sekitar kita tanpa pamrih tanpa diminta karena suatu saat mungkin mereka akan memberikan bantuan yang lebih dari yang kita minta nantinya ketika kita memasuki masa-masa yang sulit.

Jangan lupa bahwa kita punya Tuhan yang menciptakan kita. Oleh karena itu jika ingin hidup kita berarti, maka pilih surga dengan beribadah dan bertaqwa kepada Allah SWT. Percuma kita hidup senang seratus tahun namun setelah kita mati kita dilempar ke neraka yang pedih dan penuh penderitaan. Perbanyak amal ibadah mulai sekarang sebagai bekal alias investasi setalah kita meninggalkan dunia ini.

#3. Persiapan Tabungan Hari Tua
Menabung itu penting dan sangat berguna jika tahu caranya. Intinya menabung dalam bentuk uang kertas dan uang logam baik di rumah maupun di bank akan sangat merugikan karena laju inflasi yang tinggi hanya akan mengurangi nilai uang kita walaupun secara angka bertambah karena mendapatkan bunga dari bank.

Menabunglah pada sesuatu yang memiliki harga dan nilainya konstan tetap atau bahkan bisa bertambah seperti dalam bentuk emas, perak, berlian, platina, batu perhiasan, benda antik, koleksi benda kuno, dan lain sebagainya. Walaupun terjadi inflasi, benda seperti emas dan perak harganya akan ikut terus naik baik di dalam negeri maupun di luar negri.

Saat ini ada koin emas dan koin perak yang merupakan alat tukar zaman dulu yang saat ini mulai digandrungi banyak orang yaitu dinar dan dirham. Koin emas tersebut di Indonesia dicetak oleh PT. Aneka Tambang (Antam) yang dapat berlaku sebagai alat tukar yang sah pada komunitas tertentu di Indonesia. Dengan dinar emas dan dirham perak kita bisa investasi sekaligus transaksi tanpa harus takut inflasi karena emas dan perak jumlahnya terbatas di dunia ini serta bernilai tinggi dan merupakan alat transaksi yang direstui oleh Tuhan Allah SWT.

#4. Persiapan Penghasilan Di Masa Pensiun / Masa Sulit
Semua orang butuh uang untuk bertahan hidup dalam masyarakat. Tidak terkecuali orang tua sebaiknya tetap memiliki penghasilan agar tidak selalu bergantung pada anak, istri/suami atau orang lain di sekitar kita.

Jika kita pegawai negeri sipil atau tni polri maka bolehlah kita sedikit tenang dalam menghadapi masa lanjut usia karena mendapatkan gaji walaupun tidak bekerja. Namun bagi yang selalu merasa kurang atau yang bekerja di bumn dan swasta serta nonformal maka masa tua akan terlihat sangat menakutkan karena ada kemungkinan untuk kehilangan penghasilan namun memiliki beban biaya hidup yang besar.

Selagi muda ristislah bisnis yang dapat menyelamatkan kita di masa depan. Memiliki berbagai unit usaha yang berbeda-beda tanpa harus melibatkan kita dalam pengelolaannya sudah cukup membuat hati tenang. Bisa juga dengan memiliki banyak rumah, tanah, toko, kios dan lain sebagainya yang bisa disewakan. Jangan lupa mendidik generasi penerus yang dapat menjalankan bisnis tersebut tanpa kita yang dapat kita percaya seperti anak kandung, keponakan, cucu, sahabat, dan lain sebagainya.

Mengapa Karyawan Tidak Kaya

Memang, secara logika, seorang karyawan ataupun pegawai sulit menjadi kaya, terlebih menjadi seorang konglomerat dengan penghasilan ratusan juta perbulan. Secara matematis karyawan atau pegawai tidak bisa kaya, mungkin ada beberapa alasan yang menyebabkan itu, yaitu :

#1 Tidak Menyadari Potensi Dalam Diri
Semua orang ingin kaya, namun ternyata tidak semua orang menyadari bahwa dirinya berpotensi menjadi kaya. Mungkin itu jga yang terjadi pada anda, mungkin saat ini anda mempunyai penghasilan tiap bulan 1,5 juta. Dengan gaji begitu anda pasti berfikir tidak mungkin untuk menjadi kaya, makan saja pas-pasan.

Jika fikiran itu yang ada dalam benak anda, mungkin Cuma mau menyarankan, ubahlah segera pola fikir itu, dengan mengubah pola fikir bisa menjadi modal utama untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Jika kita berfikir bisa, kita pasti bisa, dan jika berfikir gagal, maka kegagalanlah yang akan kita tuai.

#2 Berfkir Jangka Pendek
Kebanyakan orang yang berprofesi sebagai karyawan atau pegawai yang berfikir jangka pendek tentang kehidupan, misalnya, bagimana hari ini bisa makan, bagaimana besok membayar cicilan, bagaimana besok bisa bayar tagihan, bagaimana nanti bisa membelikan baju anak, dan lain sebagainya, kebanyakan hanya berdasarkan pada hitungan hari, minggu, dan bulan. Jarang yang berfikir, apa yang harus dimiliki 20 tahun mendatang, atau kondisi apa yang diinginkan jika pension nanti ? itulah salah satu faktor yang member andil mengapa karyawan atau pegawai tidak bisa kaya.

#3 Berpenghasilan Tetap dan Bukan Tetap Berpenghasilan
Maksudnya ? ya, biasanya status sebagai karyawan atau pegawai berpenghasilan tetap, yang setiap bulannya mendapatkan penghasilan yang tetap, walaupun ada kenaikan tetapi tidak signifikan dan tidak dapat mengimbangi berbagai kehdupan hidup.

Beda halnya jika tetap berpenghasilan, ini biasanya adalah orang yang menjalani bisnis atau seorang pengusaha yang penghasilannya tidak tetap tetapi tetap berpenghasilan, yang mungkin bulan ini mendapatkan 1 juta, tidak menutup kemungkinan bulan depan jadi 3 juta dan dalam beberapa bulan bisa menjadi puluhan atau pun ratusan juta rupiah. Jika menjalankan bisnis berdasar sistem yang baik

#4 Lebih Besar Pasak Dari Pada Tiang
Bila ingin melihat disekeliling masih banyak saudara kita yang mendapatkan gaji dibawah standar hidup minimum (UMR). Contohnya saja dilingkungan saya, seorang guru honorer yang mengajar mulai hari senin sampai hari sabtu, yang berangkat kesekolah dengan menggunakan angkot dan hasil kerjanya itu setiap bulannya dia menerima gaji sebesar Rp. 550.000,-

Tetunya dengan penghasilan begitu tidak dapat untuk memenuhi kebutuhan finansial, apalagi untuk kebutuhan untuk tabungan dan investasi,  boro-boro untuk investasi, untuk sewa angkot saja mungkin tidak cukup, belum lagi untuk makan. Cukupkah ? Berfikirlah,…… lain waktu di lanjut ya, tentang bagaimana karyawan atau pegawai bisa mempunyai omzet ratusan juta….

Karyawan Kaya Raya

Seperti yang sudah disampikan, ada dua cara untuk anda bisa menjadi kaya tanpa harus berhenti bekerja sebagai karyawan atau pegawai.

#1 Mengatur kembali keuangan anda.
Cobalah untuk evaluasi kembali pos-pos pengeluaran yang perlu dikurangi. Intinya kencangkan ikat pinggang agar bisa menyisihkan penghasilan anda saat ini untuk ditabung, dan jika anda berfikir, sudah ngak mungkin lagi untuk bisa diketatin. Jangan pesimis dulu, cobalah untuk duduk santai sembari tiduran dan bayangkan.

Apakah selama ini sesuatu yang anda beli itu benar karena kebutuhan ataukah lebih banyak karena memenuhi keinginan semata ! apa maksudnya ?, maksudnya anda harus membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Contohnya dalam hal makan, makan itu adalah kebutuhan, tapi kalau makan yang enak-enak biasanya keinginan. Jadi, kalau selama ini anda selalu mengikuti apa saja yang anda ingin makan, mulai dari sekarang cobalah untuk batasi apa saja yang boleh dan tidak boleh anda makan.

#2 Perbanyak asset-aset produktif.
Misalnya, anda memiliki uang satu juta rupiah, anda bisa menggunakan uang tersebut untuk membeli emas (pada saat harga emas rrendah) dan menjualnya kembali pada saat harga emas naik atau tinggi. Atau anda melakukan investasi di sebidang tanah atau property. Jika anda punya uang carilah harga tanah yang murah yang jika dikemudian hari dijual akan memiliki petambahan nilai signifikan.

Mungkin anda bertanya itukan bagi yang punya uang, bagaimana bagi yang ngak punya ? oke-oke mungkin saat ini anda tidak punya uang untuk investasi atau membeli asset-aset produktif, cobalah untuk kembangkan fikiran anda dan melihat semua keberadaan anda, misalnya : jika saat ini anda berangkat kerja dengan menggunakan sepeda motor, paling hanya anda menggunakan sepeda motor tersebut untuk berangkat dan pulang kerja, sepeda motor anda kan nganggur diparkiran, sekarang rubah polanya, sewakan sepeda motor anda digunakan untuk mencari uang (misalnya, disewakan untuk tukang ojek).

Setiap berangkat dan pulang kerja, anda cukup diantar jemput oleh anak atau tukang ojek yang menyewa sepeda motor anda, sembari anda bekerja dikantor, sepeda motor anda juga mencarikan uang untuk anda. Atau mungkin anda mempunyai sebidang tanah yang kosong, disewakan saja sama orang, atau mungkin tidak ada tanah yang cukup luas mungkin hanya 1 x 5 meter, inipun anda bisa gunakan, dengan beternak ayam atau ikan hias misalnya. Ini tentu bisa juga menghasilkan uang.

#3 Melipatgandakan Penghasilan Dengan Berbisnis.
Berbisnis adalah salah satu cara bagi anda agar bisa kaya walaupun status anda saat ini adalah seorang karyawan atau pegawai tentu tidak mudah menjalankan bisnis dan sekaligus bekerja. Tapi satu yang harus anda ingat bahwa, “sesuatu yang kelihatannya tidak mungkin, seringkali hanya karena belum dicobaoleh karena itu anda harus berani untuk mencoba.

#4 Jadilah penulis dan pembicara seminar.
Banyak pelaku bisnis yang kemudian mengaktualisasikan dirinya sebagai seorang penulis ataupun pembicara publik. Anda bisa menjdai orang penting yang selalu dicari. Sudah barang tentu anda akan mendapatkan income yang cukup. Dan kisah sukses anda akan menjelma menjadi sebagai buku Best Seller

Sabtu, 21 Mei 2011

Berani Bersaing

Persaingan di lingkungan kerja memang sangat ketat. Siapa yang tak mampu bersaing ia akan tertinggal. Nah menghadapi lingkungan kerja yang kompetitif anda harus punya strategi agar bisa bertahan sekaligus mencapai tangga karir yang diinginkan. Berikut ini strateginya:

Kumpulkan informasi
Informasi memang menjadi salah satu sumber yang paling efektif dalam memperlancar karir anda. Maka dalam setiap kesempatan carilah berbagai informasi yang dapat menunjang karir anda. Begitu juga jika anda punya informasi, beritahukan orang-orang yang membutuhkannya. Tukar menukar info ini nggak musti melalui pertemuan-pertemuan resmi. Tapi bisa juga di meja makan ataupun acara bergosip menunggu pulang kantor. Asal nggak menggangu jadwal kerja oke-oke aja kan?

Dekati anak kesayangan bos
Jangan sirik dan memusuhi anak kesayangan bos. Kalau anda memusuhi anak kesayangannya dan bos tahu, karir anda bisa terhambat.

Lebih baik dekati anak kesayangan bos dan conteklah strateginya kenapa bisa disayang bos. Siapa tahu cara ini bermanfaat biar karir anda mulus.

Ikuti pertemuan penting 
Semakin sering anda mengikuti rapat dengan para manajer, semakin besar kemungkinan anda untuk dikenal oleh kalangan ‘atas’. Itu berarti semakin besar pula kemungkinan untuk menaikkan nilai kredit dan membuat kamu di pandang sebagai orang yang potensial dan berkualitas. Berarti jalan anda untuk naik jabatan pun semakin terbuka lebar.
Ucapkan terima kasih
Ucapan terima kasih kedengarannya memang sepele. Tapi makna yang tertinggal di balik itu semua sangat mendalam. Coba aja kamu ucapkan kata sakti ‘terima kasih’ pada siapa saja yang telah memberikan bantuan pada anda. Cara ini akan membuat anda diingat orang. Lagipula mengucapkan terima kasih saat menerima bantuan orang lain merupakan etika dasar dalam pergaulan.

Rajin sosialisasi
Kemampuan anda dalam bersosialisasi akan sangat membantu anda bertahan sekaligus meningkatkan karir. Maka jangan ragu untuk membina hubungan baik dengan rekan-rekan sekerja, bos dan orang-orang di lingkungan anda. Percaya deh, sosialisasi ini akan membuat anda dikenal lingkungan kerja dan berpengaruh pada meningkatnya karir anda.

Sudahkah anda melakukan strategi tersebut? Kalau anda merasa karir anda biasa-biasa aja atau bahkan cenderung mentok, coba aja strategi itu. Jangan lupa asah dan tingkatkan ketrampilan anda. Semoga sukses…!

Pemenang Di Kantor

Kemajuan karir seseorang di kantor tidak hanya ditentukan dari seberapa hebat keterampilannya. Nyatanya, orang dengan kemampuan yang standar juga bisa sukses dalam berkarir selama ia mengenal dengan baik karakter dirinya.

Dikutip dari Redbookmag, ada dua buku saling berbeda pandangan, yang membahas bagaimana seharusnya Anda bersikap untuk sukses dalam karir. Menurut buku 'Nice Girls Just Don't Get It', wanita di kantor semestinya tegas. Tapi dalam buku 'The Power of Nice', perilaku manislah yang dapat meningkatkan karir.

Tidak perduli karakter Anda tegas atau lembut, kesempatan untuk mendapat promosi jabatan atau tampil cemerlang saat presentasi sama besarnya. Bagaimana caranya?

#1 Membuat Kesan Pertama
Tipe Lembut: Ramah dan lembut merupakan kunci utama agar disenangi oleh banyak orang. Bersikap manis yang diselingi dengan pujian membuat orang-orang di sekitar Anda merasa nyaman.

"Untuk membangun hubungan pertemanan, hal pertama yang perlu diingat adalah memberikan pujian, seperti 'Aku suka dengan antingmu' atau personal comment seperti, 'Apakah yang ada difoto itu adikmu?', jelas Robin Koval, penulis 'The Power of Nice'.

Tipe Tegas:
Penulis 'Nice Girls Just Don't Get It', Lois Frankel, Ph.D dan Carol Frohlinger, Esq, menyarankan untuk tidak terlalu banyak berbasa-basi ketika bertemu dengan klien kerja yang baru saja dikenal. Setelah sedikit berbincang, lalu langsung masuk ke pokok tujuan.

#2 Mencuri Perhatian Saat Meeting
Tipe Lembut: Ketika meeting, sampaikan pendapat dengan manis, meskipun Anda memiliki bantahan. "Anda dapat mengatakan, 'Saya suka ide Anda, tapi ini ada cara untuk membuatnya lebih baik'. Cara ini menunjukkan Anda menghormati rekan kerja," jelas Robin.

Tipe Tegas:
Saat meeting, Lois menjelaskan seharusnya wanita bisa mengambil peran dengan memberikan ide-ide segar. Selain itu wanita juga harus mampu memberikan keputusan.
"Saat meeting seharusnya wanita bisa menuangkan ide-idenya dan tidak boleh melewatkan kesempatan yang ada," saran Lois.

#3 Agar Mendapatkan Promosi
Tipe Lembut: Tidak hanya bekerja keras, membina hubungan baik dengan atasan juga perlu ditingkatkan. Penelitian menunjukkan promosi kenaikan jabatan bisa berjalan mulus jika Anda dan atasan memiliki hubungan personal yang baik.

Tipe Tegas:
Bagi mereka dengan tipe tegas, kehidupan pribadi tidak perlu diketahui lebih dalam oleh atasan mau pun rekan kerja. Performa yang baik dan ditunjang dengan prestasi-prestasi dengan gencar ditunjukkan oleh karyawan tipe ini.